Cinta Yang Ngga Realistis

Posted: June 4, 2014 in Cerita
Tags:

Semua orang gw rasa ga pengen namanya sendiri, sesekali sendirian boleh, tapi sendiri? Gw rasa ga ada yang mau, termasuk dalam urusan cinta, umumnya orang pada akhirnya mengimpikan membangun keluarga, ada yang ingin menikah dengan umur 20-an awal, ada yang dengan 25-an, ada yang 30-an dsb dsb, atau kalau yang kurang beruntung, ya 35 keatas

Bicara cinta itu sendiri, terkadang gw merasa bahwa, jaman sekarang sebenarnya persepsi cinta itu sendiri kurang realistis, industri hiburan (terutama film dan musik) sering bombardir kita dengan ilusi-ilusi cinta sejati, cinta sempurna, cinta dimana dua orang memang ditakdirkan “they are meant to be”.

Gw yakin 80% lebih industri film (mau Hollywood, mau dalam negeri, Bollywood dsb) atau musik (mau lagu Barat, Indonesia, Asia) isinya ya cinta, kalo ngga cinta ga berbalas, ya si tokoh utama (yang dibawakan penyanyi) diselingkuhin, gitu aja seterusnya

Masuk lagi ke film cinta, sering juga kan gimana tokoh utama (umumnya cowo) jatuh cinta sama seorang cewe, cewenya naksir balik, jadian, sedikit cekcok, lalu baikan, dan film pun tamat, tapi disitu ya digambarkannya cinta mereka sangat indah.

Padahal dalam kenyataannya, ya ga ada namanya cinta sempurna semacam itu, masing-masing orang punya cela dalam dirinya, entah bentuk celanya dia posesif, atau dia cuek, atau dia genit, atau dia ga peka dan sebagainya dan sebagainya, coba liat aja film2 cinta, jarang kan di film yang si cowo diceritain celanya, seringnya ya adalah bagaimana betapa manisnya perlakuan itu cowo, dsb.

Poinnya dari sini adalah, kenapa gitu orang2, alam bawah sadarnya mengharapkan cinta sempurna, cinta yang hepi ending, bukan berarti ini mustahil sih, cuma ya ada kan orang (baik cowo atau cewe) yang saking ingin mendapat pasangan sempurna, baik perilaku, fisik, banyak uang dsb dsb, hingga akhirnya dia menolak orang yang, meski kurang memenuhi kriterianya, tapi mencintai dia dengan tulus, dan akhirnya, orang ini di akhir hayatnya malah hidup sendiri, tanpa ada pasangan yang menemani dan mengayomi, sedih ga sih?

Tujuan artikel ini ga ada maksud apa-apa sih, murni hanya ingin menuangkan unek-unek aja, jadi, sampai jumpa di artikel selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s