Caleg Masa Kini, Membela Kepentingan Siapa?

Posted: January 23, 2014 in Artikel

Catatan ini dibikin sekedar iseng menulis saja, dan sedikit terpikir juga, terinspirasi dari sebuah HT di Kaskus (www.kaskus.co.id/thread/52c90e5d3ecb17f9678b462b), di situ diberi daftar caleg2 cantik (sebagian besar memang iya) yang ikut serta dalam pesta politik tersebut

Sebenarnya, secara pribadi, bervariasinya caleg ini tentu sah-sah saja, namun yang patut dipertanyakan, apakah semua caleg tersebut adalah mumpuni? Ini tidak hanya pada caleg2 wanita cantik tersebut saja, juga para caleg pria yang seringkali memiliki baliho kampanye besar yang mengganggu jalanan (sampah visual)

Lanjut ke kemumpunian caleg tersebut, beberapa daftar di atas, ada caleg yang pengusaha, banyak pula yang artis, bicara artis, sebut saja salah satu caleg dari partai Islam, yang juga mantan istri seorang pedangdut, saat beliau diundang di sebuah acara di stasiun TV dan menjadi narasumber, ketahuan sekali bahwa pengetahuan politiknya kurang memadai, terlebih lagi jika untuk membela kepentingan rakyat (pemilihnya), kalau sudah begitu, pertanyaannya menjadi, membela kepentingan siapa?

Pun begitu dengan caleg artis lainnya, apakah mereka terjun menjadi caleg benar-benar untuk berpolitik, ataukah sekedar melanggengkan nama dan ingin eksis di mata masyarakat, atau ingin mendapat penghasilan tambahan, atau ada hal lain?

Selain itu, ada juga caleg yang pengusaha, tentu jika kita memandang bahwa jika dia berhasil maju menjadi anggota dewan, dia akan membela pengusaha (terlepas positif atau negatif, dan walau ini menjadi sebuah argumen ad hominem), tapi tentu hal ini masuk akal bukan? Para pemilih2nya tentu sebagian besar akan sesama pengusaha, mungkin bisa menjadi sebuah jaringan bisnis baru, syukur2 jika sebenarnya bisa menjadi sebuah usaha meningkatkan perekonomian setempat dengan bisnis miliknya, tapi kalau bukan?

Poin disini adalah, sebenarnya tidak masalah caleg itu berasal dari mana, profesinya apa, hanya, seharusnya sebuah partai mengusung seorang caleg jangan dari popularitas orang, tampilan semata, atau latar belakang yang dipilih secara asal, karena kalau jika mereka menyelewengkan jabatan, siapa yang menanggungnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s